Friday, June 08, 2007
Tokyo, Sayonara
Order, colorfulness, punctuality, kindness, safety, well maintained infrastructures, politeness, creativity, honesty, dynamism, custom.
And not to forget, the miniskirts..:)
Mini Card
The only different thing was the size of the card. It is a mini card. The size is around a quarter smaller than the usual card. And now, I wonder that so lot of people have no idea about this kind of card.
Front officer of Hotel Angkasa Medan said,
"How funny, it can be issued at this size."
Front officer of Hotel Grand Majesty Batam checked,
"This is not a debit card, right?"
Front officer of Hotel Bristol Gurgaon (near New Delhi) doubted,
"Is this real credit card?"
Front officer of Hotel Miyako Tokyo asked,
"How to use this?"
Some times, this card makes me proud..
Thursday, April 19, 2007
Porong Strikes Back
I was so happy knowing that Lapindo issue has been just exposed again. It was still clear in my mind, how it became so boring being trapped in Porong traffic jam last year end. At that time, it was the part of my job to travel Surabaya-Malang several times. Our schedule then was sometimes failed due to this uncertain travel time.
Day by day, Surabaya's daily newspapers always put Lapindo on their headlines. Then I hated so much this company, hoping that their mistakes would be greater as the time goes, collecting all the people's anger and waiting them to take revenge against this company. What an excessive dislike, and what an excessive ruthlessness:)
The issue seemed to be faded after Adam Air crash, followed by some mass transport accidents. Last thing I heard is that Lapindo agreed to pay, but the villagers should have the certificate of their land ownership. Something that Lapindo didn't even care when buying the exploration land before. And the latest news, that may be already late, is that Lapindo will buy the sunk houses in several phases.
Thanks God that some people there still have consciousness about their forgotten rights, and keep fighting for it.
Well, keep your land. It's yours.
Where's my account?
It reminds me about Kusmadiman Kadiyanto..:)
Sunday, December 10, 2006
Farewell
Thursday, August 03, 2006
Parpol Sampah
Saya lalu berpikir usil:
Dasar partai politik emang ga peka sama penderitaan rakyat. Udah tau sampah menggunung, masih saja buang terpal sembarangan.
Conspiracy Theory
Ternyata, ada pula jenis file 'comma separated'. Sama dengan kasus di atas, namun pemisah kolomnya adalah koma.
Siang itu, seorang teman bertanya,
"Kenapa ya pemisahnya koma? Bukan plus, titik, atau tanda pentung..?"
Saya yang saat itu sedang mengetik, spontan menjawab,
"Kali ada agenda Zionis di dalamnya."
Thursday, July 27, 2006
The Lake House: How do you hold on to someone you've never met?
Sepasang kekasih itu telah terlalu lama dilanda frustasi penantian, dalam alur yang lambat dan halus. Saya memahami kerinduan. Dan saya memahami kerinduan yang tersimpan selama 4 tahun. Dan sang aktor mengerti bagaimana mengekspresikan kerinduan itu tanpa kata-kata. Dalam hidup ini, ada sesuatu yang tak tertahankan.
Saya bukan kritikus film Hollywood. Saya adalah penikmat drama romantisnya. Dan film ini adalah satu dari beberapa drama yang saya sebut indah. Untuk beberapa genre film Hollywood, saya kadang bisa -dan sengaja- mencari kelemahannya. Namun untuk film-film romantisnya, terus terang, mereka dengan mudah membawa saya terharu dan terbawa dalam fantasi.
The Lake House berkisah tentang sepasang kekasih yang berkenalan dan menjalin hubungan dalam dimensi waktu yang berbeda, dengan penghubung sebuah kotak pos. Film ini konon merupakan remake dari film Korea 'Siworae'. Karena adanya unsur dimensi waktu, film ini menjadi agak-agak sci-fi, dan karenanya sangat membantu dalam membangun suspense.
Mungkin film ini akan mengingatkan Anda pada film thriller Frequency yang dibintangi oleh Dennis Quaid. Terdapat sebuah 'Revision Theory', di mana informasi dari masa depan yang bocor ke masa lalu akan mengubah kejadian di masa lalu dan masa depan itu sendiri. Perubahan itu bisa linier, namun bisa pula teramplifikasi dan tak terkendali.
Untuk sebuah kisah cinta, kombinasi semacam ini tentulah menggugah. Bagaimana Alex (Keanu Reeves) berjuang untuk bisa bertemu Kate (Sandra Bullock) sedang Alex hidup di tahun 2004 dan Kate di tahun 2006. Hal ini tak ubahnya semacam distant relationship. Kisah ini mengajarkan betapa pedih dan mulianya menunggu.
Nampaknya, pemeran drama romantis memang harus good-looking. Dengan demikian, emosi penonton akan terbangun untuk berusaha mempersatukan mereka. Ikut dalam harap-harap cemas. Saya sendiri males nonton film cinta kalu pemerannya jelek dan tua.
Tuesday, July 11, 2006
Is there such thing called Planning?
Friday, July 07, 2006
Buang Hajat
Masalah buang hajat seharusnya tidak dianggap remeh oleh para pengelola fasilitas umum. Dari pemahaman saya sendiri, bangsa kita sudah terbiasa untuk menggunakan air sebagai pembilas setelah buang hajat (cebok). Bahkan, saya rasa ini memang kebiasaan bangsa Timur. Di bandara Changi Singapura pun, kebiasaan orang Melayu masih diakomodir dengan menyediakan squat WC (WC jongkok) berpembilas air, di samping WC kering. Bahkan saya pun heran ketika sedang berada di toilet di area Taj Mahal, Agra. Terdapat dua jenis toilet, Indian toilet dan non-Indian toilet. Ternyata Indian toilet itu sama seperti WC jongkok di Indonesia. Dengan pembilas air, tanpa tissue.
Nilai-nilai yang sudah hidup lama ini seharusnya dihargai. Bukan cuma karena mengikuti bangsa Barat saja (yang menurut saya jorok luar biasa), sehingga semua toilet diganti menjadi toilet duduk tanpa air. Walau mungkin kurang praktis, menurut saya berbilas dengan air jauh lebih bersih dan aman daripada hanya menggunakan tissue. Apalagi tissue kering.
Kalo cuma pake tissue kok kayaknya masih ada yang nempel ya…:p
